“Si Kabayan & Nyi Iteung Van Bandung Run The World”

Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Jakarta Wine and Cheese Run (JWCR) selalu diramaikan oleh pelari berkostum. Lomba lari ini diadopsi dari marathon tahunan terbesar, “Marathon du Medoc” di Bordeaux-Prancis, dimana para pesertanya dipersilakan menggunakan beragam kostum favoritnya semenarik mungkin.   Dari sekian banyak race yang memasukkan kategori ‘Best Costume’, rasanya event JWCR inilah yang hadiah utamanya paling menarik. Bagaimana tidak?   Peserta yang terpilih menjadi best costume, akan mendapat tiket untuk mengikuti Mount Fuji Marathon atau lebih dikenal dengan nama Fujisan Marathon di Jepang pada 29 November 2015 mendatang. Sangat menarik bukan? Adapun tema yang dipilih untuk tahun ini adalah Thematic Costume around the World.

Setelah tahun lalu berhasil mencuri perhatian pada event Jakarta Wine and Cheese Run 2014  dengan menggunakan kostum Barong Bali berwarna kuning yang dibuatnya sendiri, salah seorang peserta yang tergabung dalam komunitas lndoRunners Bandung, Deni Moya atau akrab dipanggil Moya ini, kembali mengikuti event yang sama namun dengan kostum yang lebih spektakuler baik dari segi ide maupun eksekusinya.

IMG_3173
Kostum Barong Bali yang dibuatnya sendiri untuk event JWCR 2014 lalu

Sejak awal mendaftar JWCR 16 Maret 2015 lalu, Moya yang dibesarkan di lingkungan keluarga Sunda yang kental, sudah bertekad untuk mengangkat Bandung dan budaya Sunda sebagai tema keseluruhan kostumnya. Awalnya, ia sempat memutuskan untuk menjadi ‘Cepot’- tokoh lucu yang paling akrab di kalangan pencinta wayang. Namun seiring berjalannya waktu, ia mengalami kebuntuan dalam mengembangkan idenya tersebut.

Kemudian ia pun memutuskan untuk mencari ide lain. Kali ini, ia tiba-tiba teringat akan kisah-kisah lucu Kabayan yang sering didengarnya sejak kecil sampai dengan sekarang. Kabayan yang merupakan tokoh imajinatif dari budaya Sunda yang lugu dan humoris, terus memenuhi kepalanya saat itu sampai akhirnya ia memutuskan untuk menjadi tokoh Kabayan. Sambil memikirkan ide apa lagi yang bisa dikembangkan dari kostum Kabayan agar terlihat agak nyeleneh dan berbeda dari yang lain, kemudian secara  tak sengaja ia mendengar lagu Adam Lambert. “Abis denger lagunya, aku jadi keingetan sama gaya berpakaian Adam Lambert yang eksentrik dan bergaya androgyny. Dari situlah akhirnya mendapatkan ide tambahan untuk menggabungkan tokoh Kabayan dan Iteung sekaligus dalam sebuah kostum yang diberi judul Si Kabayan/ Nyi Iteung Van Bandung Run The World” jelas Moya ketika ditanya mengenai ide kostum yang akan digunakan berlari sejauh 10K, pada tanggal 31 Mei 2015 besok. Membayangkan setengah badannya akan menjadi Kabayan dan setengah badannya lagi akan menjadi Nyi Iteung tentu mengundang rasa penasaran 🙂

Yang membuatnya menarik sekaligus jadi nilai tambah adalah bahwa ia mengerjakan sendiri seluruh proses pembuatannya dan sudah dimulai sejak 2 bulan lalu. Diantara  jadwal padatnya  sebagai MC, ia membagi waktunya sedemikian rupa   untuk bolak-balik mencari kain ke Cigondewah dan Pasar Baru yang memang terkenal sebagai pusat penjualan kain di Bandung. Kemudian ia pun mendesain pola bajunya sendiri yang dipelajarinya secara otodidak. Setelah bajunya selesai dijahit, ia menambahkan ornamen mute-mute dan menambah ‘ekor’ pada kebayanya berupa kain menjuntai sepanjang 1,5 meter yang dipenuhi oleh bunga-bunga artifisial. Kemudian untuk membuat bagian sayapnya, ia mencari plat besi ke tukang las, lantas mengecatnya. Setelah itu ia lalu mencari ratusan hiasan bunga artifisial berwarna-warni dan kupu-kupu, dan menempelkannya satu per satu pada rangka besi. Setelah bagian sayap beres, ia pun membuat hiasan kepala.   Hasil modifikasinya menghasilkan ikat kepala Kabayan dan siger Nyi Iteung. Moya yang memang senang tampil beda ini juga menambahkan figur wayang Rama dan Shinta yang akan ditaruhnya diatas kepala sisi kiri dan kanan. Tak lupa ia menyertakan miniatur angklung sebagai pelengkap tema. Selain akan melihat ratusan bunga berwarna-warni pada sayapnya sebagai cerminan ‘Bandung kota kembang’, ia pun menyertakan ‘anggur’ sebagai symbol dari wine, mengingat di tanggal 29 – 30 Mei akan digelar acara Wine & Cheese Expo sebagai rangkaian dari Jakarta Fashion & Food Festival. Semua proses ini dikerjakan secara bertahap saat ia memiliki keluangan waktu.

Demi memperkuat penampilan sebagai Nyi Iteung, ia pun memanjangkan kuku tangan kanan dan merapikan alis kanannya agar tampak beda saat menggunakan make up nanti. Sementara untuk menampilkan sisi Kabayan-nya, ia akan menggunakan beskap Sunda dengan warna senada.

Membayangkan uniknya   kostum yang akan digunakan Moya hari Minggu besok tentu akan menambah kemeriahan diantara para pelari berkostum lainnya di event JWCR 2015. Kostum Kabayan dan Iteung versi Moya yang beratnya mencapai 9 kilogram ini akan menjadi tantangan tersendiri, apalagi panitia menetapkan batas akhir waktu finish selama 3 jam untuk peserta 10K. Terlepas apapun hasilnya nanti, ia mengaku sangat menikmati semua proses yang telah dilaluinya dan puas bisa mewujudkan imajinasinya. Kemauan dan kerja kerasnya untuk membuat kostum sendiri dari awal hingga akhir patut diapresiasi. Jadi rasanya tidak berlebihan sama sekali jika pun kita turut memberinya semangat agar segala sesuatunya lancar sampai finish!

Mari dukung Kabayan dan Nyi Iteung yang akan berlari bersama di Jakarta Wine and Cheese Run 2015! 🙂

Kabayan
Nyi Iteung
Nyi Iteung

IMG_3298

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s