How to protect your child without being overprotective

Begitu judul workshop yang diadain sama TigaGenerasi, hari Rabu 18 November di Hilton kemarin. Yang bikin menarik, pembicaranya adalah Psikolog anak dan keluarga, Anna Surti atau biasa dipanggil Mbak Nina. Saya sering banget baca twitnya, tapi belum pernah bertatap muka langsung, makanya semangat banget buat dateng.  Selain itu juga pengen tau banget soal bipbip watch, the first kids tracker watch in Indonesia. Semua gara-gara Eddi Brokoli yang mempersuasikan kecanggihan bipbip watch ini dengan baik dan sukses bikin saya jadi pengen punya, buat Kilau (dan bapaknya juga kalo bisa. LOL 😀 ).

Ballroom Hilton pagi itu dipenuhi para ibu-ibu muda yang udah siap banget ikutan workshop. Saya sendiri dateng bareng sama komunitas bebibalabala, anak buahnya Manik Prajana 🙂  Setelah dibuka sama performance angklung dari anak-anak TK St. Angela yang ngegemesin,  Mbak Nina yang pembawaannya santai, memulai materi dengan pemaparan proteksi dan memberikan fakta-fakta yang didapat di UK, bahwa kurang lebih 2 juta anak alami kecelakaan di rumah dan mengakibatkan kurang lebih 6 ribu anak meninggal karena kecelakaan di rumah.

Bisa jadi mungkin disadari atau tidak, kita suka ‘abai’ terhadap hal-hal yang termasuk penelantaran pada anak. Misalnya aja tidak memberikan fasilitas yang dibutuhkan anak, menyerahkan pada pengasuhnya saja, dan tidak mengetahui siapa saja yang ada di sekeliling anak. Kemudian muncul slide yang isinya tentang “Melindungi anak dari kekerasan emosional”. Ini yang ga boleh banget dilakuin sama orangtuanya. Please jangan memberi kritik berlebihan sama anak, mengancam , mengejek, mempermalukan, menghormati barang dan mencelakai binatang kesayangan. Kalo baca selewat sih kayanya ga mungkin pernah melakukannya sama sang anak kita tercinta, tapi pas dijelasin secara detail, ternyata saya sendiri pernah melakukannya satu-dua kali. Doh! 😦

Membaca penuturan diatas, bisa ditarik benang merahnya: bahwa menjaga dan mengasuh anak itu beneran ga gampang ya 🙂   Trus jadi nanya sama diri sendiri, termasuk orangtua yang manakah saya? Kepo VS cuek bebek? Otoriter, cuek, permisif atau moderat? Karena menurut Mbak Nina, langkah tepat yang paling benar ketika mengasuh anak adalah menjadi moderat; tetap ada pagar, tapi dengan ‘busa tebal’ sebelum pagar itu. Busa tebal itu adalah kesepakatan. Jadi tetep harus ada aturan yang jelas, harus ada kesepakatan tertentu dan harus dijalani. Mbak Nina ngasih ilustrasi  menjelaskan ke anak seperti ini: “Nanti kalo jarum panjangnya udah di angka 5, nontonnya berhenti, trus kita masuk kamar dan tidur ya”. Atau kalo anak yang udah lumayan besar dan dikasih gadget, jangan lupa bikin kesepakatan misalnya: “Mama harus tau password kamu apa ya, atau kalo mama mau liat, kamu bukain ya”. Trus harus tau juga apa yang menyebabkan gadget ini bisa disita sama kita. Jadi smuanya harus jelas dari awal. Bikin ‘busa tebal’ itu dari awal dan dijalanin dengan konsisten!.

Disela-sela materi, ada sharing dari Eddi Brokoli dan Uwi Birowo yang masing-masing nyeritain gimana mereka memproteksi dan memperlakukan anak-anaknya. Eddi ternyata cenderung cuek VS Uwi yang termasuk parno dalam menjaga keamanan anak-anaknya.

IMG_9062

Workshop lalu dilanjutkan lagi dengan sedikit praktek yang melibatkan para audience berdiskusi dengan kelompok kecil yang duduk bersebelahan. Jadi kita dikasih beberapa gambar, dan harus berdiskusi apakah aman untuk anak atau tidak, dan kalo tidak gimana cara membuat menjadi aman. Lucu juga sih, membuat kita jadi ga parnoan juga menghadapi segala sesuatu 😀 Kelompok saya dapat gambar tangga. Ga aman kalo ditaro begitu aja dan anak naik tanpa pengawasan, tapi kalo tangga itu digeletakkan, itu bisa juga jadi sarana latihan motorik kasar anak, belajar melompat atau melangkah. Ya kita-kira gitu deh latihannya.

bipbip

Trus juga daripada anak kita selalu dibilangin “Don’t talk to strangers“, akan lebih baik jika si anak dibekali dengan keterampilan untuk mengenali siapa yang bisa diminta tolong. Misalnya ketika kita di mall, ajari  anak bahwa kalo ada apa-apa bisa hubungi pak satpam. Nah! Ide bagus bukan?

Setelah workshopnya selesai, lalu ada sharing session dengan bipbip watch dan t-drive dari Telkomsel. Baru kali ini saya semangat pengen tau banyak soal sebuah produk dan duduk manis sampe acara beres. Amaze juga sih sama cara orang-orang kreatif ini ngulik antara kebutuhan dan fakta yang ada di lapangan, bahwa makin banyak cerita-cerita ga mengenakkan diluar sana dan tentu kita berharap ga terjadi sama keluarga kita. Untuk mengantisipasinya, hadirlah si teknologi canggih ini untuk mengcover manusia yang secara alami punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan katanya di masa depan nanti, future will understand human! Wow!

IMG_9060

Bipbip watch ini didesain secara menarik banget. Saya aja ga keberatan kalo disuruh pake haha biasanya kan jam anak-anak desainnya suka rame ga jelas dan bikin ilfil *oops* haha tapi bipbip watch sih desainnya keren banget. Tersedia dalam berbagai warna dan setiap warna mewakili nama karakternya gitu. Kalo warna pink, nama tokohnya Iolla. Ada Brody, Pico, Bien, Ivo dan Pingu  yang mewakili warnanya masing-masing.

IMG_9063

Dengan tagline “Keep your children safe in easy way”, fiturnya sungguh menarik: track history,  receive location, call mommy call daddy and children save zone. Iya jadi selain bisa ngecek keberadaan anak, kita juga bisa telfon-telfonan langsung lewat bipbip watch. Seru ya, jadi kaya jam superhero di film-film gitu 😀 Jadi di setiap jam udah include sim card dan no telfonnya juga.  Caranya cukup memencet tombol di samping jam selama 3 detik, itu otomatis sudah tersambung ke handphone orangtuanya. Canggih banget kan!

Yang lebih seru lagi sih sebenernya bagian ini: kita bisa memantau situasi anak secara diam-diam lewat fitur Call Baby!  *sebagai ibu yang suka kepo sama obrolan anak, part ini begitu menggugah bukan? :D* Belum selesai sampai disitu…kita juga akan dapat notifikasi kalo jam tangannya dilepas sama si anak.  Penasaran kan? Tapi jangan lupa download dulu aplikasi bipbip nya di app store atau google play store ya. Bipbip watch ini bisa didapetin di blibli.com dengan harga Rp 999.000 dengan cicilan 0%. Menarik bukan buibu?? 🙂  Karena rasa aman semakin mahal, keberadaan bipbip ini sungguh-sungguh sangat membantu ..

 

*brb ke blibli.com dulu ah.. tunggu review selanjutnya ya..:D

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s