Putus Hubungan dengan Hutang. Bhay!

calculator-calculation-insurance-finance-53621
pic from pexels
“Sudahkah kamu MENGELOLA uangmu dengan baik?”

*Kemudian hening

😦

“Kenapa ini penting untuk ditanyain? Karena ternyata cara kita menangani uang sangat mendeskripsikan dan mencerminkan kondisi spiritual kita”

*Jreng-jreng.

“Ketika kita tidak bisa menghargai uang, sekecil apapun nilai uang tersebut, kita ga akan bisa mengontrol hidup kita”. 

*Mengernyitkan dahi.

“Banyak orang gampang banget bikin hutang, tapi ga mau beresin hutangnya”

*Nyumput dibawah meja

“Dari tagihan kartu kredit saja, bisa ketauan orang seperti apakah kita”

*Kemudian jantung berdetak kencang

“Kebanyakan orang kalo sudah terjebak hutang, dibilangnya dapat cobaan. Trus jadi nyalahin Tuhan. Padahal gara-gara kelakuannya dia sendiri”.

*Mulai keluar keringat dingin

 

Baru kali ini saya beneran tertarik dateng ke sebuah pelatihan finansial. Karena beberapa waktu belakangan ini, saya emang baru sadar kalo saya memerlukan bantuan dalam hal mengelola keuangan. Kalo ditanya separah apa saya megang duit? Parah pake banget. Prinsip saya, uang itu diperlakukan kaya air. Kalo abis ya cari lagi. Tapi di tengah jalan baru beneran sadar, kayaknya ada yang salah nih πŸ˜€ *Helloww kemana ajaah*

Tapi selalu ada jalan kalo  pengen berubah jadi lebih baik. Tiba-tiba aja saya ketemu sama Mbak Rini yang baru kenal beberapa hari lalu karena minta diterangin soal asuransi pendidikan. Saya cerita kalo saya butuh bantuan ngelola uang dan Mbak Rini menyambutnya dengan semangat, trus ngajakin saya buat dateng ke pelatihan yang dibikin sama kantornya, Rock Agency. Judulnya, Let’s Talk About Money (a guidance to live prosper) dan pembicaranya adalah Yausianata, SE, AK., MAk., CFMP. Beliau adalah seorang financial coach, trainer dan speaker, business advisor for profit and non profit organization. Certified financial modelling and certified financial management profesional.

Akhirnya walaupun datang telat, saya ngerasa beruntung banget bisa hadir di acara ini. Nih saya rekap materi yang saya dapet kemarin ya..*semoga ga keselek bacanya* πŸ˜€

Jadi kadang ada salah persepsi soal “Rejeki udah ada yang ngatur”. Maksudnya adalah bagian Tuhan memberikan berkah, bagian kita (manusia) adalah mengelolanya.Nah di area mengelola inilah banyak orang yang terjebak. Ada bagian yang harus manusia lakukan. Jadi jangan salahkan Tuhan karena Tuhan Maha Adil. Manusianya aja yang sering terjebak konsep.

Terjebak karena kuncinya ternyata: TIDAK PUNYA KONSEP BUDGETING.  Kenapa harus punya budget? Untuk melakukan penyesuaian.  Karena ketika kita bikin budget, akan ketauan di pos mana kita belum seimbang.

Kemudian Yausianata ngasih lagi insight menarik soal fakta uang dan harta:

  1. Uang dan harta benda menjadi penyebab utama perceraian di zaman modern. 70% yang mengajukan cerai adalah istri dengan alasan suami tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.  Dari 200 ribu kasus perceraian, no 1 penyebabnya adalah soal uang, kemudian penyebab no 2 adalah selingkuh, kecemburuan dan kesehatan.
  2. Uang penyebab utama kriminalitas (korupsi, penipuan, hipnotis, perampokan, dll)
  3. Kurangnya pemahaman mengenai keputusan keuangan di generasi muda
  4. Tekanan gaya hidup berbasis utang. Hari gini, problemnya adalah ga punya uang tapi mengandalkan kartu kredit, pake KTA, tergiur sale, dll. Sebelum terjebak utang nantinya, mending pikir dulu baik-baik sebelum nantinya terjerat hutang yang lebih parah.

Ada lagi fakta lain soal uang dan permasalahannya di masa kini

  1. Tidak punya dana darurat
  2. Tidak dapat memisahkan antara KEINGINAN & KEBUTUHAN
  3. Tidak jelas kemana uang keluar
  4. Besar pasak daripada tiang. Mengandalkan gambling, “Ah, nanti bayarnya pake uang yang dari anu aja”, atau dari gajian. Berikut pas gajian, langsung abis sama utang yang lain. Die sist !.
  5. Sulit untuk bilang tidak. Apalagi kalo lagi jalan-jalan atau stalk online shop πŸ˜€
  6. Banyak masyarakat terjerat oleh utang yang tidak dapat diselesaikan.

Definisi BERHUTANG: menggunakan pendapatan masa depan untuk belanja masa kini. Sementara definisi MENABUNG: menyisihkan pendapatan masa sekarang untuk belanja masa depan.  *kemudian tarik nafas panjang, karena………………………………………………selama ini sering kebalik *tutup muka 😦

 

Kemudian sebuah qoutes muncul di slide: “He who fails to plan is planning to fail!”. Gagal merencanakan  itu artinya sama dengan merencanakan kegagalan. Nah makanya harus dibenerin konsep mengelolanya. Caranya ya bikin anggaran mulai sekarang juga.

IMG_4148
How to budget your money with the 50/20/30 rule
Nah itu form yang bisa kamu pake buat bikin anggaran yang sudah dibagi tiga: kebutuhan, keinginan dan kelebihan, kemudian dibagi per 8 hari (tanggal 1-8, tanggal 9-17, tanggal 18-25, dan tanggal 26-31).

Awalnya bingung sih, liat kiri-kanan, bengong lama banget, karena ga pernah bikin beginian. Tapi yes, sekarang udah ngerti gimana ngisinya *wink wink semangaaat!

Trus ternyata bener ya yang diajarin dulu, siapin amplop dan box untuk alokasiin dananya biar ga kepake. Si box gunanya buat naro bon pembelian yang kita beli secara tunai. Kalo udah abis sebelum waktunya, berarti ada yang ga sesuai anggaran. Ya, ya, dari dulu juga udah tau sih teorinya, tapi baru sekarang ngerti apa gunanya *huft

Kemudian ada slide bertuliskan: HOW MUCH IS ENOUGH?

Jawabannya adalah ENOUGH IS WHEN REALIZATION = BUDGET.

Jadi budget beneran penting ya sodara-sodaraaaa! *kepalkan tangan

Lalu gimana kalo pengen ganti handphone misalnya? Nah daripada nyicil ke bank, mendingan kamu tabungin dulu dananya karena nyicil ke diri sendiri lebih aman toh? Nanti kalo dananya sudah terkumpul, kamu baru bisa belanjain. Iya memang harus sabar, tapi daripada membuat utang baru? Yakaan..

TAPIIIIII………

Ga usah ngomongin ganti handphone dululah kalo masih ada hutang yang harus diberesin. BERESIN HUTANGNYA DULU. TITIK.

 

Dulu sebelum saya punya kartu kredit, ga pernah punya hutang. Setelah punya, saya juga ga tau konsep dasar kesalahan pake CC (Credit Card) kaya gini:

  1. Tagihan CC tidak pernah dibayar lunas
  2. Sering melakukan tarik tunai CC
  3. Gali lubang tutup lubang pake CC
  4. Tidak ada kontrol pemakaian CC

Akhirnya jadi punya hutang deh yang rasanya ga beres-beres 😦  Nah solusinya ini nih…buat lunasi  hutang CC:

  1. Stop gunakan CC untuk sementara. Biasakan untuk melakukan transaksi tunai. APA-APA TUNAI AJA, SIST! Jangan lupa tips-tips yang tadi dikasi tau diatas ya.
  2. Buat skala prioritas yang mau dilunasi: misalnya melunasi CC dengan tagihan terkecil terlebih dahulu.

Juga nanti kalo udah dibudget bakal ketauan kan, apa sebenarnya yang bikin berat si keuangan. Cicilan mobil? Jual aja, naik kendaraan umum atau naik sepeda misalnya. Rumah? Pindahlah ke tempat yang harganya masuk ke budget. Ga bisa mengharapkan hasil yang beda dengan cara yang sama kan?

Gimana? Udah rada terang kan? Semoga yang ngerasa sama parahnya ngelola keuangan kaya saya, bisa agak tercerahkan. Semangat beresin hutang ya, gaes! Terima kasih Pak Yausianata atas pencerahannya!

Saya juga mau mulai beresin hutang ah. Jual apa atuh ya..

Ada yang mau beli mobil saya??? πŸ˜€

.

.

Oh shit man, BPKB nya mana ya?

Help! Hahahah…

.

Ya udah kalo gitu..jual…

.

.

skill aja! *AZK

πŸ˜€

oh, sama running shoes atuh, mau?

*padahal cuma punya satu

:D!

Minat pm ya, sist! πŸ˜… 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s