This Universe is not outside of you

Belakangan ini saya baru ngerti kenapa orang selalu pengen  pergi ke tempat-tempat indah. Pergi jauh untuk melihat pantai terkenal, mendaki gunung tertinggi, atau bahkan ke semua tempat-tempat indah di dunia. Saya juga baru ngerti kenapa orang rela membuang uang untuk sekedar minum teh atau kopi di tempat mahal demi bisa ngeliat city light. Atau pergi ke gedung-gedung pencakar langit dan tertinggi di dunia biar bisa melihat view yang indah serta liat lampu berkelap-kelip dari ketinggian.

Saya sendiri ga pernah bosan melihat pemandangan matahari terbit dan terbenam. Entah sudah berapa banyak foto sunset dan sunrise yang sudah saya capture. Semburat warna orange kemerahan yang membaur di langit dan lama kelamaan menjadi tambah terang, berganti dengan warna langit biru yang indah. Pun sebaliknya. Melihat langit keemasan kemudian menghilang, berganti dengan munculnya bulan. Buat saya itu scene paling indah. Saya selalu merasa damai tiap kali melihat pemandangan itu.

Selain itu, saya ngefans sama  matahari, karena matahari itu mengajarkan kita tentang ketulusan. Lihat saja, dia ga pernah ngeluh disuruh terbit dan tenggelam setiap hari, ga pernah ngomel-ngomel juga, padahal kerjanya cuma muter-muter aja. Dia bahkan ga pernah minta libur atau sekalipun mogok kerja. Dia terus melakukan kebaikan dan ga pernah minta ucapan terimakasih dari kita.

Saya juga sangat menikmati deburan ombak, menikmati buihnya, menikmati indahnya langit biru, menikmati gumpalan awan yang bentuknya selalu berubah, dan selalu merinding melihat bintang-bintang yang bertebaran di langit. Rasanya sama bahagianya seperti melihat pepohonan hijau yang menyegarkan mata, melihat sungai dengan air bersih di pegunungan, air terjun dan melihat hamparan tanaman hijau di kebun teh.

Tapi tahukah ‘kenapa manusia selalu senang melihat pemandangan indah’? Salah satunya adalah karena didorong perasaan rindu. Rindu akan tempat asalnya. Saya sangat meyakini kalau manusia itu berasal dari tempat yang sangat indah dan tanpa batas, tempat dimana kita selalu merasa damai dan tentram, karena tidak punya kemelekatan selain dengan Sang Pencipta yang Maha Segalanya.

Bisa jadi selama ini kita lupa kalau semua pemandangan indah yang pernah kita lihat selama ini, termasuk bintang, matahari, bulan,   bahkan semua yang ada di galaksi bima sakti, sebenarnya bisa dilihat dan ditemukan didalam diri kita sendiri. Iya, didalam, dan bukan diluar. Seperti kata Rumi,  “This Universe is not outside of you. Look inside yourself, everything that you want, you already are”

2 thoughts on “This Universe is not outside of you

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s