Akhirnya nyampe Roma!

Setelah puas ngubek-ngubek kota Florence selama 4 hari, saatnya bertualang ke kota Roma! Saya sengaja memilih apartemen yang letaknya dekat dengan stasiun kereta biar ga cape geret-geret koper. Sedeket-deketnya jarak di maps, ternyata lumayan juga sih jalannya hahaha..Kali ini saya sengaja memilih apartemen sebagai tempat menginap biar punya pengalaman seru aja sih.  Keseruan itu sudah dimulai saat saya sampai di depan apartemen. Pagarnya terkunci, ga ada bel, dan gedungnya tampak lengang sekali. Daripada membeku diluar karena anginnya super kencang, saya memutuskan untuk mengabari hostnya kalau saya sudah sampai di depan apartemen.

Tak lama, seorang pria muncul berwajah Itali (ya iya masa bermuka Sunda zzz..)  menyapa, sambil membukakan pintu gerbang. Saya mengikuti dia dari belakang, lalu   melewati pintu pertama, pintu kedua, pintu ketiga, lalu pintu keempat. Terakhir pintu kamar. Buset dah, mau masuk aja pintunya banyak amat ya? Itupun harus dibuka dulu kuncinya satu-satu. Ini jadi peer baru:  ngapalin kunci yang segambreng!

Saya lalu masuk ke sebuah apartemen yang memiliki 3 kamar tidur. Jadi di dalam gedung itu, ada banyak apartemen yang disewakan, dan kebanyakan dihuni oleh orang lokal setempat. Tempatnya enak, bersih, berasa di rumah banget! Dan tempat favorit saya? Pantry! Banyak banget makanan yang disediain disana, termasuk deretan minuman yang ada di kulkas dan free flow kopi!

Memasuki hari ke-5 ada di Italia, saya mulai kangen mecin hahhaha..Bosen juga lama-lama makan roti-rotian tanpa rasa, untungnya saya bawa bekel andalan: cuanki instan! Yeay! Dengan suhu 5 derajat dan angin yang besar, menikmati cuanki adalah pilihan yang tepat, bukan? Apalagi dikasih sambel yang banyak! Ah, heaven!  Hidup mecin 😀

DSCF0134

Malam itu saya memutuskan untuk tidur cepat, karena itinerary besok adalah jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat non turis, alias mau sok lokal gitu hahaha..Jadi ga akan ke Colosseum dan destinasi turis pada umumnya. Biar apa? Biar hemat! Eh bukan deng, biar foto liburannya ga standard dong ya?? 😀

Oya berdasarkan informasi yang saya dapat, Roma itu adalah salah satu kota yang lumayan ga aman. Saya pun meningkatkan kewaspadaan, terutama untuk menghindari copet. Solusinya adalah dompet dan passport saya masukkan ke dalam tempat khusus, digantungin di leher dan dimasukkan ke dalam baju kemudian pake jaket. Ribet sih emang, tapi yang penting aman kan?

Petualangan pun dimulai. Mulai belajar membaca rute kereta dan salah turun stasiun haha..Tapi kesalahan itu justru membawa berkah, karena stasiunnya keren banget. Jadi aja pengen foto-foto dulu.

DSCF0148DSCF0151DSCF0157DSCF0161

Kagok nyasar, saya lalu memutuskan untuk keluar aja di stasiun ini dan lihat ada apa di sekelilingnya. Ternyata ini adalah kawasan street art gitu. Jadi di sepanjang jalan akan dengan mudah ditemui berbagai grafiti para seniman lokal.

DSCF0176

Kalo diliat-liat lagi sih, kayanya seniman Bandung ga kalah jagonya kok. Malah lebih keren kalo kata saya sih. Tapi ya udahlah ya, ini sih mencoba mengapresiasi aja.

DSCF0208DSCF0209

DSCF0227

Jalan-jalannya mengingatkan saya akan daerah Banceuy dan sekitarnya. Ada beberapa Aa-aa yang nongkrong sambil nawarin velg, dan aksesoris mobil lainnya. Saya sempet curiga, jangan-jangan saya emang lagi ada di  jalan ABC nih, jangan-jangan di depan ada yang jual kopi Aroma deui..hahaha… 😀

Setelah puas foto-foto, saya kemudian pengen nyobain naik bus. Pertamanya agak bingung mesti beli tiket dimana. Akhirnya setelah tanya sana-sini, di dekat halte bus itu selalu ada kios majalah gitu, nah disitulah beli tiketnya. Di setiap tiket, ada keterangan masa expirednya yang hanya berlaku 5 jam saja.

DSCF0291

Nah katanya sih deket daerah ini, ada kafe yang sering ditongkrongin sama anak-anak muda, namanya Said. Letaknya deket kampus gitu. Didalamnya ada beragam coklat dan kue-kue cantik nan menggugah selera. Dengan udara dingin gini, perut ga nolak dikasih makan apapun kan? Tempatnya memang agak tersembunyi. Orang setempat bilangnya ‘secret of rome‘ ceunah. Pas masuk, waaaah wangi coklatnya semerbak!

DSCF0400DSCF0308

DSCF0317

Tempat ini ternyata sudah ada sejak tahun 1923 dan dikelola secara turun temurun. Said ini adalah penghasil the finest Italian chocolate. Ga cuma beragam rasa dan bentuk coklat bisa ditemun disini, kita juga bisa liat berbagi cetakan yang mereka pakai untuk membuat semua varian coklat. Bahkan banyak juga mesin-mesin manual pembuat coklat dipajang disana. Keren banget pokoknya!  Saya lantas  penasaran ingin mencoba signature dishnya yaitu hot chocolate! Yummy! Padahal sebenernya sih, saya ga terlalu suka coklat, tapiiiii disini ko jadi mendadak suka hahaha… soalnya beda gituuu rasanya… *apa baper aja kali ya* hihihi..

 

DSCF0330DSCF0336DSCF0362

Selesai menghangatkan badan, saya lalu lanjut jalan lagi.

DSCF0402DSCF0408

Tujuan selanjutnya adalah ke Dorothy Circus Gallery.  Menurut google maps, tinggal naik bus dengan estimasi selama 10 menit aja. Tapi entah kenapa, busnya lamaaaa banget datangnya. Padahal biasanya semua datang sesuai jadwal. Mungkin supirnya lelah…

DSCF0417

Baru setengah perjalanan, tiba-tiba bus berhenti dan semua orang turun. Saya sempet bingung sih kenapa supirnya nyuruh kita keluar dari bus. Rupanya, ada seorang Ibu yang sudah tua muntah di bus. Ga tau kenapa, mungkin sedang ga enak badan atau masuk angin *sok tau* yang saya tau pokoknya semua penumpang berdiri di tengah jalan sambil menunggu bus dengan nomor yang sama datang.  Drama lainnya adalah ada seorang penumpang perempuan dewasa yang terus menangis sambil menunjuk handphonenya sambil bilang: “My Mom..my mom”…berkali-kali. Ia lalu didekati oleh petugas dan dari bahasa tubuhnya, ia menenangkan perempuan ini dan menjelaskan bahwa bus pengganti akan datang sebentar lagi. Sekitar 5 menit kemudian, datanglah bus pengganti dan kita semua naik kembali. Kecuali si perempuan tadi. Dia masih nangis tersedu-sedu, disuruh naik tapi dia ga mau. Kalo ngerti bahasa Itali mungkin saya udah ajak ngobrol huhu maafkan ya Mbak..

Tak jauh dari situ, saya lalu turun dan menemukan apa yang dicari.

DSCF0433DSCF0436

Didirikan tahun 2007, Dorothy Circus Gallery mendapat penghargaan sebagai one of the top 100 world’s galleries, dimana ini adalah European center  bagi pencinta karya Pop Surrealism.

DSCF0463DSCF0467

DSCF0491

Puas liat artwork keren disini, perut mulai protes minta diisi. Mari cari tempat makan! Ga jauh dari situ, ada tempat makan yang sepertinya seru. Eh ternyata emang seru! Waiternya ganteng-ganteng gini kaya boyband hahahaha…

DSCF0516

Pas disamperin sama waiternya, kemudian deg-degan hahaha jarang liat yang ganteng, jadi ge-er gitu rasanya *kasian* 😀 Ga lama, datanglah makanan-makanan khas Italia ini. Emang enak sih. Memang beda ya kalo mencoba makanan khas itu. Ada rasa orisinil yang tak bisa ditandingi. Eds..DSCF0517DSCF0520

Beres makan, kemudian saya minta wefie sama waitersnya. Ya enggalah, saya ga senorak itu juga sih hahaha…Cukup memotretnya dari kejauhan hahahaha…

Ga kerasa udah jam 9 malam. Waktunya untuk pulang, istirahat, karena besok rencananya mau ke…

Vatican City!

 

Ciao!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s